Hasil Liga Spanyol: Barcelona Kalahkan Betis

OLAHRAGA

Bunga-bunga kebahagiaan saat ini tengah dirasakan oleh Barcelona yang berhasil meraih kemenangan telak dengan skor 5-2 atas Real Betis di pekan kedua Liga Spanyol bertempat di Stadion Camp Nou, hari Minggu (25/8) waktu setempat. Pada laga ini, Antonie Griezman yang digaris bawahi menjadi man of the match karena berhasil menyumbangkan 2 gol.

Barcelona Tekuk Betis dengan Skor 5-2

Barcelona pasalnya tak diperkuat oleh pemain terbaiknya, Lionel Messi dan juga Luis Suarez di laga ini. Tentu saja ini mengejutkan bagi penggemar. Barcelona juga dibuat terkejut dengan gol tim tamunya di menit ke-15. Penyerang Betis, Nabil Fekir, melepaskan tembakannya yang mana meluncur deras kea rah gawang tanpa bisa diantisipasi oleh Marc-Andre ter Stegen.

Barcelona sempat tertinggal oleh tim tamu dengan 0-1. Namun mereka berusaha utnuk menaikkan intensitas serangannya. Akan tetapi upaya tuan rumah untuk mencetak gol selalu saja gagal karena disiplinnya pemain-pemain belakang Betis di pertandingan tersebut.

Di menit ke-37, Barcelona memiliki peluang terbaiknya untuk akhirnya menyamakan skor jadi 1-1. Umpan mendatar dari Jordi Alba akhirnya berhasil disontek oleh Rafina namun bola yang mengarah ke gawang masih saja bisa diblok bek tengah dari tim tamu yaitu Sidnei.

Kemudian 4 menit berselang dan akhirnya gol yang bisa menyemai kedudukan yang telah dinantikan oleh Barcelona datang juga. Umpan lambung dari Sergi Roberto disambut dengan tendangan akrobatik Griezmann yang pasalnya bisa menggetarkan gawang tim tamu.

Pada babak kedua, Barcelona pasalnya butuh kemenangan. Dan ini sulit sekali untuk dihentikan oleh Betis, apalagi posisi mereka sebagai tim tamu. Hal tersebut dibuktikan dengan 3 gol yang akhirnya bersarang ke gawang Betis hanya dalam waktu 10 menit saja.

Griezmann lagi lah yang akhirnya mampu mencetak gol keduanya pada laga ini. Tendangan keduanya yang melengkung ke pojok kanan gawang Betis di menit ke-50 ini mampu membuat Barcelona akhirnya unggul. Belum lama, hanya 6 menit setelah itu, Carlez Perez yang akhirnya unjuk gigi. Ia berhasil menempatkan namanya pada papan skor dan membuat Barcelona unggul dengan skor 3-1.

Tendangan mendatar dari Perez ini dilakukannya setelah ia mengelabuhi Andres Guardado. Tendangan datarnya berhasil meluncur mulus ke gawang yang dijaga ketat oleh Daniel Martin. Akhirnya Barcelona berhasil unggul dengan skor 4-1 atas Betis melalui gol yang disumbangkan oleh Jordi Alba. Umpan matang yang diberikan oleh Sergio Busquets tak bisa disia-siakan Alba untuk menghasilkan satu gol ke gawang milik Betis lewat tembakan yang datang dari sudut sempit.

Namun tiga belas menit menjelang laga usai, Barcelona kembali lagi menunjukkan betapa mereka ingin menguasai panggung. Barcelona berhasil membobol gawang Betis lagi dan membuat skor makin gila, 5-1, lewat gol yang dicetak oleh pemain penggantinya, Arturo Vidal yang berhasil memanfaatkan umpan Griezmann dengan sangat sempurna.

Betis memang tampil buruk pada babak kedua. Dan akhirnya mereka cukup bisa menipiskan ketertinggalannya menjadi 2-5 lewat tendangan kerasa pemainnya, Lorenzo Moron ke pojok gawang dari luar kotak penalty di menit ke-79.

Setelah itu tidak ada gol yang tercipta lagi. Dan ini membuat Barcelona makin mantap melaju dengan skor telaknya, 5-2. Kemenangan ini langsung membuat Barcelona mengumpulkan 3 poin perdana pada Liga Spanyol di musim ini. Sorak sorai pendukung Barcelona lantas terdengar usai laga ini.

Read More

Menpora Usulkan Harga Tiket Indonesia VS Malaysia Rp. 100.000

OLAHRAGA

Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia mengusulkan pada PSSI supaya harga tiket laga Timnas Indonesia vs Malaysia dalam ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022 yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) tanggal 5 September 2019 esok dijual dengan harga Rp. 100.000.

Harga Tiket Sebelumnya Dianggap Terlalu Mahal

Harga yang diajukan oleh Menpora itu pasalnya menanggapi netizen yang mengatakan bahwa harga tiket yang dijual sebelumnya sangat mahal. Netizen pecinta sepak bola Indonesia mengatakan bahwa tiket yang dijual dari Rp. 125.000 sampai dengan Rp. 1 juta tidak terjangkau bagi mereka. Dengan demikian, Menpora mengajukan usul pada PSSI agar mereka menjualnya dengan harga yang tidak terlalu mahal. Harga tiket yang dijual dari Rp. 125 ribu sampai dengan Rp. 1 juta itu juga berlaku sata Timnas Indonesia senior melawan Thailand pada tanggal 10 September 2019 esok.

“Rp. 100 ribu sampai 500 ribu nasional,” kata Menpora, Imam Nahrawi, dikutip dari CNN Indonesia, Senin (26/8).

Sebelumnya, lewat akun Instagram Imam Nahrawi, ia juga mendapatkan banyak sekali pertanyaan soal harga tiket Timnas Indonesia senior yang dinilai terlalu mahal. “Tolong PSSI dijawab ya, karena ini kewenangan anda. Monggo,!” begitu lah tulis Imam.

Menanggapi pernyataan dari Menpora, Gatot Widakdi, Direktur Media PSSI, mengatakan bahwa PSSI mempunyai prinsip dari supporter untuk supporter juga. Ia menyatakan PSSI berusaha untuk meningatkan pelayanan supporter supaya penonton lebih aman dan juga nyaman di stadion. Atas dasar itu lah, menurutnya, PSSI menjual harga tiket dengan harga Rp. 125 ribu sampai Rp. 1 juta.

Gatot juga menjelaskan lebih lanjut baha di tiket tersebut ada asuransi untuk melindungi supporter apabila nantinya terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Katanya juga, PSSI memberikan pernak-pernik supporter secara gratis yang sudah termasuk dari pembelian tiket tersebut.

“Ada lah level pelayanan yang kami tingkatkan. Bukannya cari untungbanyak, tapi peningkatan pelayanan. Apa yang dibayar supporter kami, kami kembalikan dengan pelayanan yang lebih baik dengan kenyamanan dan keamanan menyaksikan pertandingan di stadion,” ucapnya.

Jika dibandinhkan dengan ujicoba Timnas Indonesia vs Vunuatu pada bulan Juni 2019 kemarin, PSSI yang merilis harga tiketnya dari Rp. 75.000 sampai dengan Rp. 250.000 saja. Ini lah yang jadi masalah krusial karena banyak pecinta sepak bola Indonesia yang akhirnya merasa harga tiket sekarang terlalu mahal. Bahkan mereka menganggap ada lonjakan yang sangat tinggi dari harga tiket Timnas di laga yang sebelumnya.

Namun tetap saja, PSSI menganggap bahwa harga tiket sudah sesuai dengan standar pertandingan internasional. Ini memang dipatok sedikit lebih mahal ketimbang harga tiket ujicoba laga Timnas yang sebelumnya.

Dari hal ini masih belum jelas, apakah harga tiket akan diturunkan seusai Menpora ‘menyetil’ PSSI, atau harga tiket akan masih sama mahalnya dengan ‘printilan-printilan’ yang ditawarkan oleh PSSI yang termasuk harga tiket itu. Dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2022, Timnas Indonesia Senior ada di Grup G, dengan Uni Emirat Arab, Vietnam, Malaysia dan juga Thailand. Setelah Timnas Indonesia menjamu Malaysia di tanggal 5 September 2019 nanti, Timnas Indonesia juga akan berhadapan dengan Thailand pada tanggal 10 September 2019. Tim Merah Putih bakal melakoni laga tandang yakni melawan Malaysia pada tanggal 15 Oktober 2019 dan Uni Emirat Arab di tanggal 31 Maret 2020.

Read More

Rapor Pemain-Pemain Bulutangkis Indonesia di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019

OLAHRAGA

Memang Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 sudah selesai. Namun satu yang patut dijadikan catatan sebagai bahan untuk lebih baiknya performa pemain-pemain bulutangkis Indonesia. Berikut ini adalah rapor pemain-pemain dilansir dari CNN Indonesia.

Indonesia memang patut berbangga hati karena berhasil meraih satu medali emas lewat kemenangan yang diraih oleh Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Pada babak final, pasangan ganda putra itu pasalnya berhasil menaklukkan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dengan skor 25-23, 9-21, 21-15.

Keberhasilan Ahsan/Hendra ini tentu saja membuat Indonesia berhasil mencatat hasil yang lebih baik apabila dibandingkan dengan edisi yang sebelumnya. Ini lah rapor Indonesia di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019.

Ganda Campuran (Nilai 5)

Praveen Jordan/Melati Daeva memang sempat diharapkan meraih medali di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 ini. Tapi mereka malah tumbang di hadapan lawan mereka, Robin Tabeling/Selena Piek. Hafiz Faisal/Gloria Emanuella Widjaja juga tidak bisa kembali lagi mengulangi performa apiknya saat menghadapi Zheng Siwei/Huang Yaqiong.

Dua ganda campuran utama ini nampaknya masih harus terus bekerja keras untuk meningkatkan kualitas mereka jika ingin dipandang menjadi salah satu ganda elit menjelang gelaran Olimpiade 2020.

Ganda Putri (Nilai 8)

Greysia Poli/Apriyani Rahayu pasalnya berhasil meraih medali perunggu di ajang Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019. Torehan ini pasalnya didapatkan oleh mereka setelah melewati adangan unggulan yang keempat, Chen Qingchen/Jia Yifan.

Pada babak semifinal, Greysia/Apriyani pasalnya tampil lumayan bagus saat meladeni lawan mereka, rel-reli Mayu Matsumo/Wakana Nagahara, khususnya di gim keduanya. Cuma, pada laga itu, Matsumo/Nagahara sedang tampil pada performa terbaiknya sehingga mereka jarang membuat kesalahan. Dan di luar penampilan Greysia/Apriyani, performa dari Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara serta Jauza Fadhillah Sugiarto/Yulfira Barkah masih juga belum bisa memenuhi harapan. Keinginan mereka untuk jadi wakil di Olimpiade 2020 masih memerlukan perjuangan yang sangat keras.

Ganda Putra (Nilai 9,5)

Herry IP dan juga Aryono Miranat pasalnya kembali lagi berhasil menuai tugas dengan sangat baik melalui hasil yang sangat maksimal. Nomor ganda putra bisa memanggungkan All Indonesian Semifinal yang mempertemukan Fajar/Rian dengan Ahsan/Hendra yang mana kemudian berujung gelar juara untuk Ahsan/Hendra.

Tim ganda putra ini bisa menunjukkan lapisan pemain yang sangat dalam seiring dengan keberhasilan The Daddies (Ahsan/Hendra) dan juga Fajar/Rian saat Kevin/Marcus harus tersingkir pada awal kejuaraan.

Satu-satunya hal yang membuat nomor ganda putra ini tidak mendapatkan nilai yang sempurna adalah kejutan yang sayangnya menimpa Kevin/Marcus yang harus hengkang di pertandingan pertama mereka. Tim pelatih mesti menemukan solusi supaya Minions tak bermain dengan tekanan besar di setiap turnamen penting. Kevin/Marcus mesti bisa didorong menampilkan level permanan seperti yang seperti biasanya ditunjukkan mereka di seri BWF World Tour.

Tunggal Putri (Nilai 6)

Tunggal Putri Fitriani dan Gregoria Mariska harus kembali menyelesaikan perjalanan di tangan pemain unggulan yaitu Tai Tzu Ying dan Ratchanok Intanon. Dari segi permainan Fitriani sudah mengeluarkan permainan terbaiknya sementara Gregoria terasa lebih mengecewakan.

Tunggal Putra (Nilai 6) Anthony Ginting dan Jonatan Christie masuk sebagai unggulan, yaitu di unggulan keenam dan keempat. Namun sayangnya mereka tak bisa melalui adangan dari Sai Praneeth dari India. Dalam 2 laga itu, Sai Praneeth bisa tampil sangta gemilang di momen-momen yang menentukan di gim pertama. Ia juga dikatakan unggul dari segi mental di gim keduanya

Read More

Iran Hindari Israel: Boikot Kejuaraan Dunia Judo

OLAHRAGA

Para atlet Judo asal Iran pasalnya tidak akan lagi berpartisipasi di kejuaraan dunia judo di Tokyo yang akan dihelat pekan depan. Hal ini sangat mengejutkan karena komite olimpik negara itu sudah berjanji tak akan mencampuradukkan olahraga dan politik.

Hindari Isreal

Di bulan Mei lalu, federasi judi internasional (IJF) menyebutkan bahwa pihak Iran sudah menyatakan tak akan melakukan boikotnya pada negara mana pun. Tapi keputusan pekan ini malahan menunjukan hal ini tak berlaku untuk atlet-atlet Israel.

IFJ yang dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan bahwa pihak Iran sudah memberikan komitmennya setelah adanya berbagai gugatan pada alasan cedera yang selalu diajukan oleh atlet Iran tiap kali mereka harus bertemu dengan lawan yang selama ini diketahui selalu dihindari karena alasan politis, termasuk juga Israel.

Kasus yang paling terkenal adalah ketika juara dunia 2 kali yang berasal dari Iran, Arash Miresmaeili beralasan bahwa ia kelebihan berat badan. Hal itu menyebabkan ia terkena diskualifikasi ketika dirinya akan berhadapan dengan atlet asal Israel di Olimpiade 2004 yang saat itu dihelat di Athena, Yunani.

Namun pemberitaan yang beredar di luar sana menyebutkan bahwa memang Arash Miresmaeili didiskualifikasi karena kelebihan berat badan. Keputusan itu, dilansir dari DetikSport, diambil oleh Federasi Judo Internasional karena kelebihan berat badan yang dimiliki atlet judo itu.

Walaupun tidak merinci berapa kg kelebihan berat badan yang dimiliki oleh juara dunia 2002 dan 2003 itu, Arash dinyatakan tidak berhak mengikuti nomor yang menjadi andalannya tersebut.

Namun terdiskualifikasinya Arash dari ajang judo internasional 15 tahun lalu itu mengundang banyak sekali pertanyaan dan keganjilan. Pasalnya sehari sebelumnya, tanggal 14 Agustus 2004m atlet yang jadi pembawa bendera Iran dalam upacara pembukaan tersebut sempat diisukan menolak bertanding melawan Ehud Vaks, atlet Israel, yang dihadapinya di babak pertama.

“Saya menolak bertanding melawan lawan asal Israel sebagai bentuk simpati saya pada orang-orang Palestina,” begitu lah yang dikatakan oleh Arash Miresmaeili dikutip dari detikSport.

Seperti yang diketahui ia adalah salah satu atlet yang diharapkan bisa menjadi penyumbang emas untuk Iran di cabang judo. Ajang kompetisi terakhir yang diikuti oleh atlet peringkat 5 Sydney 2000 tersebut adalah kejuaraan dunia yang digelar di Osaka di bulan September 2003.

Iran Miliki Atlet Judo Yang Berprestasi

Selain Arash Miresmaeili, ada lagi atlet judo Iran yang menjadi sorotan karena prestasinya, yaitu Saeid Mollaei. Atlet judo tersebut bertanding di nomor 81 kilogram dan berhasil membawa pulang medali emas dalam oertandingan judo kelas dewasa dunia, World Seniors Championship 2018. Tentunya prestasi ini sangat disayangkan jika diabaikan oleh Iran hanya karena alasan politis.

Saeid Mollaei pasalnya berhasil meraih emas setelah ia mengalahkan atlet judo asal Jepang, Sotaro Fujiwara di final hanya dalam waktu 16 detik saja. Sebelum dirinya lolos ke final, ia harus berhadapan dengan beberapa atlet judo lainnya termasuk dari Turki, Kanada, Belgia, Portugal dan Islandia.

Iran juga berhasil membawa medali perunggu dengan nomor 73 kg di ajang World Seniors Championship itu. Maka sayang sekali jika hanya karena alasan politis Iran mengorbankan kehebatan atlet-atlet judonya. Kejuaraan dunia Judo tahun 2019 yang akan berlangsung di Nippon Budokan, Tokyo, tanggal 25 Agustus sampai dengan 1 September 2019 juga menjadi salah satu ajang yang dihindari oleh Iran.

Read More