Iran Hindari Israel: Boikot Kejuaraan Dunia Judo

OLAHRAGA

Para atlet Judo asal Iran pasalnya tidak akan lagi berpartisipasi di kejuaraan dunia judo di Tokyo yang akan dihelat pekan depan. Hal ini sangat mengejutkan karena komite olimpik negara itu sudah berjanji tak akan mencampuradukkan olahraga dan politik.

Hindari Isreal

Di bulan Mei lalu, federasi judi internasional (IJF) menyebutkan bahwa pihak Iran sudah menyatakan tak akan melakukan boikotnya pada negara mana pun. Tapi keputusan pekan ini malahan menunjukan hal ini tak berlaku untuk atlet-atlet Israel.

IFJ yang dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan bahwa pihak Iran sudah memberikan komitmennya setelah adanya berbagai gugatan pada alasan cedera yang selalu diajukan oleh atlet Iran tiap kali mereka harus bertemu dengan lawan yang selama ini diketahui selalu dihindari karena alasan politis, termasuk juga Israel.

Kasus yang paling terkenal adalah ketika juara dunia 2 kali yang berasal dari Iran, Arash Miresmaeili beralasan bahwa ia kelebihan berat badan. Hal itu menyebabkan ia terkena diskualifikasi ketika dirinya akan berhadapan dengan atlet asal Israel di Olimpiade 2004 yang saat itu dihelat di Athena, Yunani.

Namun pemberitaan yang beredar di luar sana menyebutkan bahwa memang Arash Miresmaeili didiskualifikasi karena kelebihan berat badan. Keputusan itu, dilansir dari DetikSport, diambil oleh Federasi Judo Internasional karena kelebihan berat badan yang dimiliki atlet judo itu.

Walaupun tidak merinci berapa kg kelebihan berat badan yang dimiliki oleh juara dunia 2002 dan 2003 itu, Arash dinyatakan tidak berhak mengikuti nomor yang menjadi andalannya tersebut.

Namun terdiskualifikasinya Arash dari ajang judo internasional 15 tahun lalu itu mengundang banyak sekali pertanyaan dan keganjilan. Pasalnya sehari sebelumnya, tanggal 14 Agustus 2004m atlet yang jadi pembawa bendera Iran dalam upacara pembukaan tersebut sempat diisukan menolak bertanding melawan Ehud Vaks, atlet Israel, yang dihadapinya di babak pertama.

“Saya menolak bertanding melawan lawan asal Israel sebagai bentuk simpati saya pada orang-orang Palestina,” begitu lah yang dikatakan oleh Arash Miresmaeili dikutip dari detikSport.

Seperti yang diketahui ia adalah salah satu atlet yang diharapkan bisa menjadi penyumbang emas untuk Iran di cabang judo. Ajang kompetisi terakhir yang diikuti oleh atlet peringkat 5 Sydney 2000 tersebut adalah kejuaraan dunia yang digelar di Osaka di bulan September 2003.

Iran Miliki Atlet Judo Yang Berprestasi

Selain Arash Miresmaeili, ada lagi atlet judo Iran yang menjadi sorotan karena prestasinya, yaitu Saeid Mollaei. Atlet judo tersebut bertanding di nomor 81 kilogram dan berhasil membawa pulang medali emas dalam oertandingan judo kelas dewasa dunia, World Seniors Championship 2018. Tentunya prestasi ini sangat disayangkan jika diabaikan oleh Iran hanya karena alasan politis.

Saeid Mollaei pasalnya berhasil meraih emas setelah ia mengalahkan atlet judo asal Jepang, Sotaro Fujiwara di final hanya dalam waktu 16 detik saja. Sebelum dirinya lolos ke final, ia harus berhadapan dengan beberapa atlet judo lainnya termasuk dari Turki, Kanada, Belgia, Portugal dan Islandia.

Iran juga berhasil membawa medali perunggu dengan nomor 73 kg di ajang World Seniors Championship itu. Maka sayang sekali jika hanya karena alasan politis Iran mengorbankan kehebatan atlet-atlet judonya. Kejuaraan dunia Judo tahun 2019 yang akan berlangsung di Nippon Budokan, Tokyo, tanggal 25 Agustus sampai dengan 1 September 2019 juga menjadi salah satu ajang yang dihindari oleh Iran.

Tags: 

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*