Rapor Pemain-Pemain Bulutangkis Indonesia di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019

OLAHRAGA

Memang Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 sudah selesai. Namun satu yang patut dijadikan catatan sebagai bahan untuk lebih baiknya performa pemain-pemain bulutangkis Indonesia. Berikut ini adalah rapor pemain-pemain dilansir dari CNN Indonesia.

Indonesia memang patut berbangga hati karena berhasil meraih satu medali emas lewat kemenangan yang diraih oleh Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Pada babak final, pasangan ganda putra itu pasalnya berhasil menaklukkan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dengan skor 25-23, 9-21, 21-15.

Keberhasilan Ahsan/Hendra ini tentu saja membuat Indonesia berhasil mencatat hasil yang lebih baik apabila dibandingkan dengan edisi yang sebelumnya. Ini lah rapor Indonesia di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019.

Ganda Campuran (Nilai 5)

Praveen Jordan/Melati Daeva memang sempat diharapkan meraih medali di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 ini. Tapi mereka malah tumbang di hadapan lawan mereka, Robin Tabeling/Selena Piek. Hafiz Faisal/Gloria Emanuella Widjaja juga tidak bisa kembali lagi mengulangi performa apiknya saat menghadapi Zheng Siwei/Huang Yaqiong.

Dua ganda campuran utama ini nampaknya masih harus terus bekerja keras untuk meningkatkan kualitas mereka jika ingin dipandang menjadi salah satu ganda elit menjelang gelaran Olimpiade 2020.

Ganda Putri (Nilai 8)

Greysia Poli/Apriyani Rahayu pasalnya berhasil meraih medali perunggu di ajang Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019. Torehan ini pasalnya didapatkan oleh mereka setelah melewati adangan unggulan yang keempat, Chen Qingchen/Jia Yifan.

Pada babak semifinal, Greysia/Apriyani pasalnya tampil lumayan bagus saat meladeni lawan mereka, rel-reli Mayu Matsumo/Wakana Nagahara, khususnya di gim keduanya. Cuma, pada laga itu, Matsumo/Nagahara sedang tampil pada performa terbaiknya sehingga mereka jarang membuat kesalahan. Dan di luar penampilan Greysia/Apriyani, performa dari Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara serta Jauza Fadhillah Sugiarto/Yulfira Barkah masih juga belum bisa memenuhi harapan. Keinginan mereka untuk jadi wakil di Olimpiade 2020 masih memerlukan perjuangan yang sangat keras.

Ganda Putra (Nilai 9,5)

Herry IP dan juga Aryono Miranat pasalnya kembali lagi berhasil menuai tugas dengan sangat baik melalui hasil yang sangat maksimal. Nomor ganda putra bisa memanggungkan All Indonesian Semifinal yang mempertemukan Fajar/Rian dengan Ahsan/Hendra yang mana kemudian berujung gelar juara untuk Ahsan/Hendra.

Tim ganda putra ini bisa menunjukkan lapisan pemain yang sangat dalam seiring dengan keberhasilan The Daddies (Ahsan/Hendra) dan juga Fajar/Rian saat Kevin/Marcus harus tersingkir pada awal kejuaraan.

Satu-satunya hal yang membuat nomor ganda putra ini tidak mendapatkan nilai yang sempurna adalah kejutan yang sayangnya menimpa Kevin/Marcus yang harus hengkang di pertandingan pertama mereka. Tim pelatih mesti menemukan solusi supaya Minions tak bermain dengan tekanan besar di setiap turnamen penting. Kevin/Marcus mesti bisa didorong menampilkan level permanan seperti yang seperti biasanya ditunjukkan mereka di seri BWF World Tour.

Tunggal Putri (Nilai 6)

Tunggal Putri Fitriani dan Gregoria Mariska harus kembali menyelesaikan perjalanan di tangan pemain unggulan yaitu Tai Tzu Ying dan Ratchanok Intanon. Dari segi permainan Fitriani sudah mengeluarkan permainan terbaiknya sementara Gregoria terasa lebih mengecewakan.

Tunggal Putra (Nilai 6) Anthony Ginting dan Jonatan Christie masuk sebagai unggulan, yaitu di unggulan keenam dan keempat. Namun sayangnya mereka tak bisa melalui adangan dari Sai Praneeth dari India. Dalam 2 laga itu, Sai Praneeth bisa tampil sangta gemilang di momen-momen yang menentukan di gim pertama. Ia juga dikatakan unggul dari segi mental di gim keduanya

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*